Pemberitahuan untuk semuanya bahwa sekarang aktifitas blog saya alihkan

Kunjungi blog saya yang baru ya gan rifainews.com
Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner
Showing posts with label nasional. Show all posts
Showing posts with label nasional. Show all posts

Ratusan Senjata Api Tentara Belanda Ditemukan di NTT

Quick Info - NTT - Ratusan senjata api laras panjang ditemukan warga di sebuah lubang di area perkebunan milik warga di balik bukit Desa Tautpah, Kecamatan Biboki, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Kepolisian menduga senjata itu peninggalan jaman kolonial Belanda sejak ratusan tahun lalu.

Dari hasil identifikasi Kepolisian Resor Timur Tengah Utara, di dalam lubang ditemukan 182 besi pemicu senjata, laras senjata pajang berukuran satu meter dengan diameter 1 centimeter sebanyak 67 pucuk, laras senjata pajang berukuran 55 centimeter berdiameter 3 centimeter sebannyak 19 pucuk, laras senjata ukuran 80 centimeter dengan diameter 7 centimeter sebanyak 7 pucuk serta besi bula diameter 3 milimeter dengan panjang 80 centimeter sebanyak 6 buah.

Lubang penyimpanan senjata api laras panjang ditemukan oleh Aloysius Tabesi (57). Lubang penyimpanan senjata secara tidak sengaja ditemukan Aloysius di kebun miliknya. "Jadi awalnya saya hanya melihat ada besi tua menonjol keluar, lalu saya gali dan saya temukan banyak sekali senjata itu,"katanya.

Menurut Wakil Kepala Polres Timur Tengah Utara, Kompol Junjun Junirahmadi, dari bentuk dan jenisnya diduga senjata api laras panjang itu merupakan senjata api jaman Belanda yang kemungkinan disembunyikan di lokasi temuan. "Jika dilihat dari apa yang ditemukan, sepertinya ini baru separuhnya dan kemungkinan masih ada lubang lain tempat bagian-bagian senjata lain disembunyikan Belanda," katanya.

Usai diidentifikasi, ratusan senjata diangkut pihak kepolisian dengan menggunakn tiga buah karung ke Mapolres Timur Tengah Utara. Polres Timur Tengah Utara juga akan berkoordinasi dengan satu Gegana setempat untuk mencari dan mengamankan senjata hasil temuan tersebut.

Kronologi Pembebasan Awak Sinar Kudus

Quick Info - PT Samudera Indonesia Tbk memastikan 20 awak kapal KM Sinar Kudus telah dibebaskan perompak Somalia. Itu setelah PT Samudera Indonesia Tbk membayar uang tebusan kepada perompak Somalia yang menyandera awak kapal sejak 16 Maret 2011.

Opsi memberi uang tebusan dipilih demi keselamatan awak kapal. "Tapi, kami tak dapat menjelaskan jumlahnya. Jauh lebih sedikit dari (informasi yang beredar)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum TNI, Laksamana Muda Iskandar Sitompul, di Kantor PT Samudera Indonesia Tbk, 1 Mei 2011.

Sitompul mengatakan, operasi militer tidak dilakukan karena perompak menempatkan sandera dalam beberapa kapal terpisah. "Sandera dipencar-pencar, tidak berada di satu kapal yang sama. Jadi kalau kita melakukan operasi militer maka bisa jadi cuma tiga yang selamat," katanya.

Upaya pembebasan sandera dilakukan sejak dua hari penyanderaan terjadi. Sejak 18 Maret 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan rapat kabinet untuk membahas langkah-langkah menangani pembajakan kapal tersebut.

Lima hari kemudian, sejumlah personel TNI diberangkatkan merapat ke lokasi penyanderaan. "Bukan mau merahasiakaan, tapi supaya semua berjalan baik," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum TNI, Laksamana Muda Iskandar Sitompul di Kantor PT Samudera Indonesia Tbk, Minggu, 1 Mei 2011.

Pada 1 Mei pukul 06.00 waktu setempat, KRI AHP dan KRI YOS sebagai satuan tugas Duta Samudera I/2011 dari Kolinlamil Tanjung Priok tiba diperairan Somalia. Berjarak sekitar 15 nautical miles (Nm) dari KM Sinar Kudus, mereka bersiaga dan mengikuti perkembangan proses negosiasi untuk pembayaran tebusan.

Sitompul mengatakan, ada berbagai kendala yang membuat upaya pembebasan terkesan lama. Antara lain, jarak yang jauh dengan perairan Indonesia. "Jarak kita jauh maka butuh waktu 12 hari. Dan pada saat kita dah sampai ternyata Sinar Kudus sudah digeser," kata Sitompul.• VIVAnews

Inilah sumpah Bergabung NII

Quick Info - MALANG, Di antara proses baiat (pengambilan sumpah setia) ketika seseorang akan hijrah (berpindah) ke NII (Negara Islam Indonesia), para mahasiswa yang jadi korban untuk diambil uangnya itu diminta menyatakan sumpah. Sumpah ini bagian dari rangkaian metode cuci otak yang membuat para korban remaja berumur 18 hingga 20-an rela menyerahkan uang dari hasil menipu orang tuanya.
Tim Investigasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan hasil penyelidikannya yang didapat dengan cara meminta para mahasiswa ini mengingat-ingat isi sumpah. Dari sembilan pernyataan dalam sumpah, tiga diantaranya gagal diingat-ingat oleh para korban.
"Para korban mahasiswa kami yang pernah disumpah mengaku menyatakan sumpah ini saat baiat di Jakarta, di tempat yang mereka tidak ketahui di mana, karena matanya ditutup, kata Nasrullah," Humas UMM, Selasa (26/4/2011).
Isi sumpah ini berisi teks-teks yang menyebut nama Tuhan dan berbahasa Arab yang bila tidak diletakkan dalam konteks yang lengkap, bisa ditafsirkan dengan cara berbeda. Teks diambil utuh sesuai yang tercetak dalam hasil investigasi Tim UMM untuk tujuan informasi.
Bismillahitawakkalna Alalloh La Haula Wala Kuwwata Illahillah/ Wallahi :
  1. Saya menyatakan bahwa ini dihadapan dan atas persaksian komandan tentara pimpinan negara yang bertanggung jawab /
  2. Saya menyatakan bahwa ini dengan sungguh-sungguh karena ikhlas suci hati/
  3. Saya sanggup berkorban dengan jiwa, raga dan nyawa saya serta apa yang ada pada diri saya, berdasar sebesar-besar taqwa dan sempurna-sempurna tawakkalallah bagi/ a : menenggakkan Kalimatillah Lillahi Kalimatillah/ b : mempertahankan berdirinya Negara Islam Indonesia hingga hukum syariat Islam seluruhnya berlaku seluas-luasanya di kalangan bangsa / Indonesia di Indonesia /
  4. Saya akan taat dan patuh sepenuhnya kepada Rasululloh, pimpinan negara dan ulil Amri saya, serta akan menjauhi larangannya/ 
  5. Saya akan membela komandan tentara dan Pimpinan Negara dan Ulil Amri saya serta tidak akan membuat noda/
  6. 6. (tidak diingat Red)/
  7. - /
  8. - /
  9. Allo hu Akbar 3x 
http://regional.kompas.com

Miliaran rupiah dimakan rayap

Quick Info - Bukan kali pertama rayap memakan uang kertas yang tersimpan di bank yang ada di India.

Sebuah bank di India mengalami kerugian hingga jutaan rupe atau miliaran rupiah akibat ulah rayap yang memakan uang kertas di bank tersebut.

Bank yang terletak di Uttar Pradesh itu kemudian memutuskan staff yang bekerja di bank tersebut bersalah terhadap kejadian tersebut.

Pihak bank menilai mereka bersalah karena "lalai" mengawasi uang kertas yang tersimpan di bank tersebut.

Rayap-rayap itu dilaporkan telah memakan uang kertas senilai 10 juta rupe atau sekitar 1,9 miliar rupiah lebih.

Ini bukan kali pertama rayap membuat ulah dan memakan uang kertas yang tersimpan pada sebuah bank di India.

Pada tahun 2008 di negara bagian Bihar, rayap memakan uang seorang pedagang yang tersimpan di sebuah bank di wilayah tersebut.

Bank India mengatakan mereka akan melakukan penyeledikan terhadap kasus yang terakhir ini.

"Pihak manajemen di kantor cabang bank tersebut terbukti bersalah karena lalai dan mengakibatkan uang kertas yang tersimpan di kantor cabang Fatehpur, distrik Barabanki rusak dimakan rayap" kata Kepala Manajer Umum Bank India, Abhay Singh seperti dilansir oleh Press Trust of India.

Dia mengatakan akan ada tindakan kepada mereka yang bersalah dalam persitiwa ini.

Singh juga memastikan uang yang hilang akan menjadi tanggung jawab pihak bank.

"Karena ini merupakan kesalahan pihak bank maka bank akan menanggung kerugian yang ditimbulkan oleh rayap...tidak ada kerugian yang akan ditanggung masyarakat."

Laporan menyebutkan kantor cabang bank itu menyimpan uang dalam tempat yang tua, jarang dibersihkan dan menjadi tempat favorit bagi lokasi berkembangbiaknya rayap.

Akibat persistiwa ini pihak Bank India kini memerintahkan agarsemua kantor cabang menyimpan di tempat penyimpanan yang layakdan diperiksa kondisinya setiap dua bulan. BBCIndonesia.com

Ini Dia Polwan-polwan Cantik Indonesia

Quick Info - Polwan ada yang cantik? Yah tentu saja ada dan bahkan mungkin banyak, cuma sayangnya hanya beberpa orang yang 'tertangkap' wartawan atau terpublikasikan melalui berbagai media massa. Berikut tiga Polisi wanita (Polwan) cantik yang sering menjadi inceran wartawan:

Briptu Sri Lestari
Salah satu wanita cantik itu bernama Briptu Sri Lestari atau biasa disapa Tary. Dia memang seorang Polwan asli. Wanita berwajah manis dan berkulit mulus ini sejak kecil memang bercita-cita ingin menjadi polisi.
Tary memutuskan untuk menjadi seorang Polwan sebab menurutnya profesi ini sangat menantang dan membanggakan jika dijalani dengan ikhlas.
"Menjadi Polwan adalah hal yang menyenangkan bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat, karena memang tugas saya melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat," ucapnya.
Menurut Tary, ia dituntut untuk profesional dalam profesinya tanpa mengabaikan kodratnya sebagai wanita.
"Kita harus konsekuen dengan tugas yang kita emban, harus siap pula dengan ketidakenakan seperti dinas malam, siap tidak libur atau menikmati hari raya, tapi kami menjalaninya dengan sepenuh hati," ucap perempuan kelahiran 1986 ini.
Seperti diketahui, di sebuah stasiun televisi swasta, setiap hari menyajikan informasi lalu lintas dari gedung NTMC Polri di Jakarta. Program informasi ini menampilkan beberapa sosok Polwan cantik dan Polwan tampan sebagai nara sumbernya.
Selain berpenampilan menarik, mereka juga menunjukkan kemampuan berkomunikasi yang sangat baik layaknya seorang presenter profesional.
Fenomena Polwan cantik tidak hanya di layar kaca, melainkan juga hingga ke dunia maya. Beberapa foto mereka bersebaran di berbagai forum komunikasi baik di internet maupun messenger.


Briptu Eka Frestya
Wajahnya juga kerap menghiasi layar kaca sebagai nara sumber informasi lalu lintas. Tetapi Briptu Eka Frestya tidak berminat berlaih profesi menjadi presenter.
"Walau jadi presenter, kita juga tetap menjalankan tugas sesuai poksi masing-masing. Selama di jalan, paling pelanggaran kecil seperti tanpa helm. Kalau saya lebih ke penerangan keliling," katanya.
Belakangan diapun memperoleh 'predikat' baru selain menjadi Polwan yaitu presenter NTMC. Saat disinggung apakah ingin berpindah menjadi entertainer, dia mengaku tetap menjadi Polisi. Apalagi, segalanya dia dapatkan saat kini sudah menjadi Polisi.
"Menjadi Polisi menariknya karena tidak monoton, wawasan luas, tahu masyarakat. Saya bisa jadi presenter karena jadi polisi," kata Eka dengan bangga, yang juga mahasiswi jurusan Hukum di salah satu Universitas swasta di Jakarta.
Seperti ketika dalam konsisi Jakarta Siaga 1, Briptu Eka harus ikut berjaga waspada maraknya ancaman bom. Dia juga rela untuk tidak pulang ke rumahnya di Bekasi yang biasa rutin dia lakukan hampir tiap minggu.
"Aku stay di mess Polwan. Biasanya IBL (Izin Ber Libur, red) Jumat, Sabtu dan Minggu, tapi ini karena memang siaga 1," katanya.
Terlebih lagi status Briptu Eka saat ini masih lajang, sehingga Eka masih harus tinggal di mess Polwan. Semua disiagakan, tidak memandang apakah Polwan atau laki-laki.
Eka Frestya adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Eka lahir di Bekasi 15 Juli 1988. Dia tercatat sebagai alumnus SMUN 80 Jakarta Utara tahun 2005. Eka lulus di kepolisian dan menjadi Polwan 2006 gelombang 1 angkatan 33.

Briptu Avvy Olivia
Wajah cantik Briptu Avvy Olivia sering menghiasi layar kaca, karena dia menjadi nara sumber NTMC Polri. Saking terkenalnya, Briptu Avvy memiliki akun khusus di situs jejaring sosial Facebook untuk menyapa para penggemarnya. Akun tersebut bernama 'Brigadir Avvy Olivia Fans'.
Di akun ini, Briptu Avvy mengunggah foto-foto cantiknya dari mulai foto profil hingga foto saat bertugas bersama rekan-rekannya.
Para Facebooker yang berkunjung ke akun ini kebanyakan adalah kaum Adam. Mereka pun melancarkan aneka rayuan maut kepada Briptu Avvy.
"you so beautifull...tiap pagi diriku ga ngelwtin laporan mu d metrot** d tunggu2...hehe," tulis status Febrie Juhamsyah seperti dikutip inilah.
Ada juga Facebooker yang mengaku telah berbuat kejahatan dan menyatakan ingin ditangkap oleh Briptu Avvy.
"saya baru ngembat ayam, tangkap ya," tulis status Dwi Sadana. Atau status Kristanto Budhy yang berbunyi, "kutunggu tilangmu...."
Kecantikannya yang memikat kaum pria membuat Briptu Avvy Olivia menutupi sebagian identitasnya. Dalam akun tersebut dia tidak menuliskan tanggal lahirnya secara lengkap.
Dia hanya menulis Lahir di Jakarta, pada 16 April saja tanpa tahun kelahiran. Briptu Avvy juga tak menuliskan statusnya masih lajang atau sudah menikah.
http://forum.detik.com/ini-dia-polwan-polwan-cantik-t255906.html

Briptu Norman Terima Hadiah dari India

Quick Info - GORONTALO - Sebagai seorang selebritis dadakan, Briptu Norman Kamaru sukses mengambil hati para penggemarnya. Tak hanya dari dalam negeri, Briptu Norman yang terkenal dengan lipzync lagu Chaiya-Chaiya ini ternyata juga memiliki penggemar dari India.

Bahkan untuk lebih mendekatkan diri dengan sang pujaan, fans dari India tersebut pada Minggu kemarin mengirimkan hadiah untuk Briptu Norman berupa pakaian dan sepatu khas India. Tentu saja mendapat hadiah dari pengemarnya, Briptu Norman sangat senang dan langsung mengenakan kain pemberian fansnya tersebut dan menunjukannya kepada kedua orangtuanya Halima dan Idrus Kamaru.

Sementara itu di waktu yang hampir bersamaan, sepeda motor pemberian dari Universitas Bung Karno yang diserahkan saat Briptu Norman berada di Jakarta pun tiba dan di serahkan kepada Briptu Norman. Menurut ibu Briptu Norman, Halima, sepeda motor tersebut akan digunakan untuk kerja yang  anaknya. Namun untuk sementara motor tersebut dititipkan kepada kakak Briptu Norman Kamaru.

Di tengah perawatan setelah jatuh sakit, Briptu Nornam Kamaru secara diam-diam datang ke rumah orangtuanya di Kelurahan Padebuolo, Kota Gorontalo. Menurut Halima, kedatangan anaknya memang sengaja dirahasiakan karena pihak keluarga ingin mengadakan tasyakuran buat kesuksesan Briptu Norman.

Halima menuturkan, selama di rumah, anaknya sempat mencicipi makanan kesukaannya yakni ayam Goreng Rica. Namun karena keberadaan Norman diketahui warga sekitar yang langsung menyerbu rumah orangtuanya, jadwal berkunjung yang diberikan Polda Gorontalo yang tadinya tiga jam akhirnya dipersingkat menjadi satu jam saja. Briptu Norman pun kemudian langsung dibawa kembali ke Mapolda Gorontalo.

Nabi Palsu Asal Kediri Turun dari Gunung Slamet

Quick Info - Kediri- Saifudin Zuhri (42), pria yang mengaku sebagai titisan Nabi Muhammad SAW, pulang ke Dusun Setoyo, Desa Plemahan, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.

Seminggu sebelumnya, bapak satu anak itu pergi ke Gunung Slamet, Jawa Tengah.

Tetapi Saifudin Zuhri tidak berada di padepokannya, Linggar Jati. Informasi yang diperoleh beritajatim.com, Saifudin 'disembunyikan' oleh petugas kepolisian setempat.

"Dia pulang kemarin. Tetapi tidak ada di rumahnya. Katanya dimintai keterangan di kantor Polsek Plemahan," kata Basori (27), warga setempat, Senin (25/4/2011).

Warga dan mantan murid-muridnya tetap berkeinginan agar Saifudin ditangkap dan diadili. Pengakuan sebagai seorang nabi pada saat kerasukan roh telah membuat keresahan di lingkungan.

Pihak desa menegaskan telah menutup total praktik pengobatan yang dilakukan Saifudin Zuhri. Melalui Kepala Dusun (Kasun), Setoyo Samsuri, desa ingin menetralisir keserasan masyarakat dan menyerahkan persoalan itu kepada pihak yang berwajib.

Sementara Kapolsek Plemahan AKP Hadi Purnomo belum berhasil dikonfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, Saifudin Zuhri mengaku sebagai titisan Nabi Muhammad SAW. Saifudin kerasukan oleh roh dan mengaku sebagai Sukir, murid dari Mohammad Yain, yang diyakininya sebagai titisan Nabi Mohammad SAW.

Warga melaporkan perbuatan Saifudin Zuhri ke Polsek Plemahan. Tetapi yang bersangkutan justru kabur ke Gunung Slamet. Keluarganya membantah bahwa Saifudin mengaku sebagai nabi. Pria yang sebelumnya bekerja sebagai seorang sopir angkutan itu hanya berprofesi sebagai dukun dan mampu mengobati segala macam penyakit dengan media daun-daunan. (beritajatim.com/ndr)

Inilah Kekayaan si Dukun Cilik Ponari Sekarang

Quick Info - Siapa Warga Indonesia yang tak kenal dengan dukun cilik ponari Sejak terkenal karena celupan batu saktinya ternyata memberi rezeki melimpah bagi keluarga Ponari. Dukun cilik asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur ini sekarang terbilang kaya. Berapa kekayaannya sekarang?

Ibunda Ponari, Mukharomah menjelaskan, anak semata wayangnya itu saat ini kelas V SDN Balongsari. Mukharomah mengaku, jumlah `pasien' yang datang jauh menurun ketimbang `masa jayanya' dulu.

Tapi hampir tiap hari selalu ada pengunjung minta diobati air celupan batu petir Ponari. "Pokoknya lumintu," katanya. Setiap tamu yang datang, meski tak pernah diminta dan dipatok tarif, rata-rata memberikan uang Rp 20.000.

Sudah berapa kekayaan Ponari selama berkarier sebagai dukun cilik? Mukharomah tak bisa menghitung pasti. Yang jelas, kekayaan itu sudah lebih banyak dirupakan dalam bentuk sawah dan pekarangan, serta rumah.

"Untuk rumah dan tanah yang ditempati, kira-kira menghabiskan biaya Rp 250 juta. Sedangkan untuk pembelian sawah dan pekarangan, mendekati Rp 1 miliar. Kalau tabungan, paling hanya beberapa juta," imbuhnya.

Keluarga Ponari kini menempati rumah cukup mentereng untuk ukuran desa setempat. Dindingnya terbuat dari tembok dengan cat dominan warna putih, berlantai keramik mengkilap. Padahal, sebelum Ponari menemukan batu petir dan menjadi dukun cilik, rumahnya terbuat dari anyaman bambu dengan lantai tanah. Maklum, Khomsin berpencaharian sebagai buruh tani, karena tidak memiliki sawah.

Kakek Ini di kabarkan Mati 36 hari Munucul Lagi

Quick Info - KEDIRI - Seorang kakek di Kediri 'bangkit' dari kematian usai dipastikan meninggal dunia. Sontak saja, kejadian ini membuat warga Batulengket, Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Rabu (20/4/2011), mendadak gempar.

Mat Eksan (75) yang diyakini keluarga dan warga sekitarnya sudah meninggal, kembali pulang. 26 Maret lalu, memang ditemukan mayat pria tergantung pada sebuah pohon dalam keadaan membusuk. Melihat ciri-ciri fisiknya, keluarga yakin itu mayat Mat Eksan. Tahlilan hari ketiga dan ketujuh pun sudah digelar, tinggal menunggu peringatan hari ke-40.

Tak pelak, berita kembalinya Mat Eksan itu membuat warga gempar dan sebagian percaya pria renta itu bangkit dari kubur. Hanya berselang beberapa menit setelah Mat Eksan kembali ke rumahnya, ratusan warga mulai berduyun-duyun mendatangi rumahnya untuk melihat keadaan kakek itu. Bahkan kuburnya pun banyak didatangi warga.

Mat Eksan pertama kali ditemukan Kliwon (55), tetangganya di selatan Jembatan Lama. Tentu saja Kliwon heran melihat tetangganya itu hidup kembali karena sebelumnya dikabarkan telah meninggal dan keluarganya sudah menggelar selamatan tahlilan tujuh hari kematiannya.

Karena penasaran, Kliwon kemudian berhenti menemui Mat Eksan. Saat ditemukan kondisinya sangat lusuh dan tubuhnya kurus kering. Kliwon kemudian mengajak Mat Eksan makan dan ngopi di warung.

Selanjutnya Mat Eksan ditanyai seputar kepergiannya dari rumahnya yang telah berlangsung selama 36 hari. Setelah mendapat penjelasan singkat, Mat Eksan kemudian diajak pulang ke rumahnya. Kepulangannya tentu saja membikin heboh para tetangganya.

Imam Basori (50), seorang tetangganya yang mengaku hadir saat pemakamanan serta tahlilan hari ketiga dan ketujuh mengaku heran tiba-tiba Mat Eksan muncul kembali. “Pihak keluarga sebelumnya sudah memastikan mayat yang ditemukan di Gunung Klotok adalah Mat Eksan,” ujarnya.

Penjelasan sama juga disampaikan Sukemi (45), sepupu Mat Eksan, bahwa keluarga memastikan Mat Eksan meninggal gantung diri di Gunung Klotok. “Ciri-ciri mayat yang ditemukan di Gunung Klotok sangat mirip,” ujarnya.

Menurut Mukini (50), anak tertua Mat Eksan, saat mengecek ke kamar mayat RS Bhayangkara ciri-ciri fisiknya mirip dengan orangtuanya. “Saya hapal jari ketiga kaki kiri bapak lebih panjang dari jari kedua,” ungkapnya kepada Surya.

Hanya saja, saat itu Mukini mengaku tidak dapat mengecek wajah dan kepalanya karena kondisi mayatnya sudah rusak. “Wajahnya sudah tidak bisa dikenali, tapi ciri jari kaki dan lengannya sama dengan milik bapak,” tutur karyawati PT Gudang Garam tersebut.

Jenazah Mat Eksan sendiri langsung dimakamkan keluarganya di pemakaman umum desa setempat tanggal 1 April 2011 lalu. Penguburan Mat Eksan dilakukan pada malam hari di pemakaman yang berlokasi di tengah kebun tebu.

Kondisi makamnya juga mengandung misteri karena tanahnya saat ini ambles sekitar 20 cm. Bahkan, batu nisan yang tertulis nama Mat Eksan wafat, 01 – 04 -2011 sempat terpendam tanah. “Biasanya makam setelah 20 hari tanahnya ambles,” ujar Supendi, juru kunci makam yang ikut memakamkan Mat Eksan.
http://www.tribunnews.com

10 Merek Lokal yang dikira Merek Import

Quick Info - Selama ini banyak lho yang mengira merk-merk ini berasal dari luar negeri . Ternyata banyak juga kan produk-produk lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan produk luar?! Daripada beli produk luar yang ternyata malah aspal alias bajakan mending beli produk lokal aja dech! Lagipula bukankah ini juga berarti mendukung industri dalam negeri yang otomatisi juga mendukung kemajuan negeri sendiri?



1. Maspion
Iklan Maspion terkenal dengan ungkapan”Cintai produk-produk Indonesia!”. Maspion memang perusahaan lokal yang terkenal dengan produk alat-alat elektronik keperluan rumah tangga mulai dari setrika, blender, kipas angin sampai AC. Perusahaan yang berpusat di Surabaya ini memulai bisnisnya dari tahun 1960-an loh gan: dengan menghasilkan alat2 rumah tangga.






2. Polygon
Pasti agan kenal dengan merek sepeda yang satu ini. Mulai dari sepeda gunung, sepeda mini, sepeda BMX, sampai sepeda lipat bisa dibuat oleh pabrik sepeda yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur ini. Soal kualitas, agan jangan mergukan. Banyak pengguna biasa sampai komunitas penggemar sepeda memakai produk lokal ini. Ane juga pake sepeda ini loh gan harga sepedanya ada yang sampai 10 juta–an waw




3. Polytron
 Mungkin saja di rumah kita punya tv, radio tape atau alat elektronik lain bermerk Polytron. Ini ternyata produk Indonesia looh gan! Pengalaman bikin elektronik, perusahaan ini ahlinya!. Perusahaan yang punya pabrik di kudus dan Semarang ini bisa dibilang sudah jaminan deh! Soalnya sudah sejak tahun 1970-an membuat televisi, dengan kualitas yang ga kalah sama luar negeri






4. Byon
 Perkembangan teknologi ternyata nggak membuat bangsa kita jadi penonton. Byon ikutan hadir meramaikan tren komputer notebook. Dengan harga jual yang lebih murah, Byon bukan produk asal-asalan. Melainkan punya konsep yang cukup uni, yaitu komputer notebook yang bisadi-upgrade seperti komputer desktop. Kehadiran Byon mebuktikan bangsa kita juga mampu membuat produk berteknologi tinggi




5. Lea
Walaupun merknya berbau Amerika, tapi sebenernya ini produk Indonesia loh gan! Soal model dan kualitas, pasti sering kita lihat sendiri kalau Lea ga pernah minder berdiri sejajar dengan jenas merk2 lokal di mall manapun. Walaupun tampilannya seperti produk impor

6. Tomkins
Mulai dari sepatu olahraga, sepatu bola, sampai sepatu futsal, tersedia dalam merk ini. Soal ukuran, dari dewasa sampao anak2 tersedia. Agan tidak usah bingung kesannya namanya bule banget. Padahal sepatu Tomkins memang produk lokal gan








7. Bodypack dan Eiger

Kedua merk ini bernaung dalam satu induk perusahaan yang berpusat di Bandung. Kedua merk ini dikenal dengan produk tasnya. Bedanya Bodypack sekarang memfokuskan diri pada produk2 tas laptop dan tas gadget, sedangkan Euger setia pada produk2 berbau kegiatan berbau alam bebas. Kualitas Eiger memang sudah dikenal luas dikalangan penggiat alam bebas.








8. J.CO Donuts and Coffe
Tahun 2005, outlet pertama J.CO donuts ane coffe dibuka di Supermall Karawaci. Sejak itu J.CO terus mengembangkan sayap di berbagai mall diIndonesia. Dengan mengandalkan racikan donat dan kopi berkualitas internasional, perusahaan lokal dengan rasa internasional ini terus berkembang. J.CO bahkan ada di Malisya dan Singapura. Perusahaan ini dimili oleh Johhny Andrean









 
9. CFC
Restoran ayam goreng ini namanya Amerika banget gan. Padahal ini perusahaan lokal. California Fried Chicken pertama kali didirikan oleh Pioneerdo Gourment International Tbk, 13 Desember 1983, dengan nama California Pioneer Chicken. Tahun 1988 mengganti nama menjadi yang sekarang ini. Soal rasanya, nggak kalah kok gan dari restoran ayam asal Amerika





10. Hoka Hoka Bento
Hoka Hoka Bento merupakan restoran yang menyajikan makanan Jepang. pertama kali didirikan dibawah naungan PT Eka Bogainti. Dengan restoran pertama berlokasi di Kebun Kacang, Jakarta. Walaupun kelihatan seperti produk luar negeri, tapi ternyata Hoka Hoka Bento produk lokal loh gan! Kualitas makannya ga kalah sama makanan Jepang yang asli.



Tifatul: Nonton Porno, Bukan Dosa Besar

Quick Info - JAKARTA - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring membela Arifinto, anggota DPR yang tertangkap kamera tengah menonton video porno saat paripurna DPR, Jumat lalu.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ini, perbuatan Arifinto melihat video porno bukanlah dosa besar yang tidak akan diampuni oleh Allah.

"Ingat beliau (Arifinto) tidak membuat video porno, hanya melihatnya. Dia membukanya dari link yang dikirim kepadanya,” katanya di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/4/2011).

Dia menjelaskan, dalam Islam ada yang disebut kabair alias dosa-dosa besar yakni musyrik kepada Allah, durhaka kepada orang tua, membunuh, berzina, dan membuat sumpah palsu.

“Ini bukan termasuk kabair. Jadi kita profesional juga. Kalau cuma menonton belum masuk berzina, masih menyerempet lah,” ujarnya.

Karenanya dia meminta publik untuk tidak menghakimi Arifinto telah berbuat tercela dengan menonton video tidak senonoh di tempat umum. “Beliau itu dikirimi link kemudian dia buka. Itu saja kesalahannya jadi proporsional juga itu. Dia tidak menipu orang," tegasnya.

Mahasiswa Indonesia Kembali Raih Prestasi Dunia

Quick Info - Jakarta - Mahasiswa Universitas Indonesia kembali mengharumkan nama Indonesia di mata dunia akademik. Prestasi kali ini diraih dari bidang ilmu ekonomi.

Prestasi mahasiswa UI yang terbaru yakni dalam kompetisi bertaraf internasional simulasi bisnis "8th Trust by Danone" di Paris 4-6 April 2011.

Mahasiswa UI yang mewakili Indonesia berhasil menjadi juara dunia mengalahkan 7 negara lainnya, yaitu Algeria, China, Czech Republic, Portugal, Romania, Rusia dan USA.

"Pada 2011 ini mahasiswa UI menambah koleksi prestasi internasional," kata Kepala Kantor Komunikasi UI, Vishnu Juwono, di Depok, Rabu (13/4/2011).

Mereka adalah Ekky Gompa, Ivan Cahyadi, Shanty Debora, Stevenlie Satryaputra dari Fakultas Ekonomi, dan Chandra Satria Muda dari Fakultas Teknik. Kelimanya tergabung dalam tim Jayawijaya yang mempresentasikan Danone Way in Doing Business, melalui media video kreatif dan sebuah objek pada babak final.

Para finalis diuji untuk memahami filosofi bisnis Danone yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap lingkungan dan sosial di hadapan dewan juri yaitu para pemimpin bisnis dari Danone Group International.

Selain itu, pada Maret 2011 lalu, mahaiswa UI Dyah Ayunico Ramadhani dan Indah Gilang Pusparani, keduanya dari program studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik juga meraih "Best Diplomacy Award" dalam Harvard World Model United Nations (World MUN) 2011, di Singapura.

Raihan prestasi dalam berbagai kompetisi internasional, kata Vishnu, menunjukkan bahwa mahasiswa tetap berperan besar dalam mengharumkan nama Indonesia di forum internasional.

Untuk itu, dalam hal ini UI, akan terus memfasilitasi mahasiswanya untuk terus mengaktualisasikan potensi dirinya pada berbagai kegiatan non-akademis di tingkat internasional.

Selain itu, diharapkan prestasi-prestasi yang diraih dapat membuka lebih banyak kesempatan serta memberi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk berani bersaing pada berbagai kompetisi bergengsi di tingkat internasional. [ant/lal]
http://nasional.inilah.com

Ulama MUI Haramkan Hormat kepada Bendera

Quick Info - JAKARTA – Salah satu ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Ridwan, berpendapat bahwa memberikan hormat kepada bendera adalah tindakan yang tidak diperbolehkan.

Dia berpendapat, manusia tidak sewajarnya menghormati sebuah benda, termasuk bendera. Menurut dia, yang seharusnya dihormati adalah orang yang lebih tua dari kita secara usia. Cara menghormati pun harus ditunjukan dengan etika salah satunya memberikan salam.

“Saya berpendapat seperti ini karena sudah melakukan diskusi dengan sejumlah guru besar di Timur Tengah. Mereka berpendapat bahwa menghormati bendera itu hukumnya haram,” kata Cholil Ridwan kepada okezone, Selasa (22/3/2011).

Namun, Cholil menegaskan bahwa pendapatnya tersebut adalah bersifat pribadi dan tidak membawa lembaga MUI. Sebab, kata dia, MUI belum pernah mengeluarkan fatwa demikian. “Ini hanya pendapat saya pribadi, bukan MUI,” tandasnya.

Bahkan, di salah satu media keagamaan, Cholil secara rinci menuliskan alasannya tentang haramnya hukum menghormat kepada bendera. Cholil mengaku tidak khawatir jika pendapatnya tersebut menimbulkan kontroversi.

“Dalam persoalan seperti ini pro-kontra biasa. Ulama saja masih berdebat soal fatwa haram rokok. Satu sisi ada yang mengharamkan, tapi sisi lain banyak juga ustaz yang merokok. Lagi pula, pendapat saya ini merupakan referensi dari guru besar di Timur Tengah,” tukasnya.
bagaimana menurut anda silakan tinggalkan komentar di bawah ini.
http://news.okezone.com

Nenek Ditemukan Tewas Membusuk

Quick Info - TANGERANG - Neti Tobing (80) ditemukan tewas dalam keadaan jasad membusuk tanpa busana. Neti ditemukan terbaring di rumahnya Jalan Pustaka Kencana II No 10 Bumi Serpong Damai Sektor 12.

Mayat Neti ditemukan Mulya Setiawan, Ketua RT 004/05 yang tinggal di depan rumahnya. Mulya awalnya mencium bau menyengat dari rumah Neti. Curiga, Mulya mengajak tetangga untuk menyambangi rumah nenek itu.

"Sebenarnya warga sudah curiga sejak beberapa hari lalu. Karena Oma tidak pernah keluar rumah hampir dua minggu lalu," ujar Mulya kepada okezone, Rabu (13/4/2011).

Neti tinggal di rumah sendiri. Bahkan, petugas katering yang biasa mengantar makanan tiap pagi, kata Mulya tidak bisa masuk karena pintu rumah terkunci.

Dari situlah, kecurigaan warga bertambah kuat dan memutuskan untuk melaporkan kecurigaannya tersebut ke Polsek Serpong dan membuka paksa pintu rumah Neti.

"Mayat kami temukan di kamar tidur, di bawah tempat tidur, dengan keadaan telanjang bulat, posisi terlentang," terang Kanit Reskrim Polsek Serpong, Iptu Nugrahadi.

Petugas memperkirakan, Neti sudah meninggal sejak dua minggu lalu. Hal itu terlihat dari kondisi jasad yang mulai membusuk. Jenazah Neti sudah dibawa ke RSUD Tangerang untuk menjalani visum.

"Kami belum bisa memastikan penyebab kematiannya, karena mayat sudah membusuk. Kami akan visum dulu di RSUD Tangerang," kata Nugrahadi.
http://news.okezone.com

Ssst... Ada Kondom Bekas di Ruangan Anggota DPR

Quick Info - JAKARTA – Sangat memalukan, Kasus menonton film porno yang dilakukan anggota DPR Arifinto saat sidang paripurna ternyata hanya sebagian kecil kasus yang terungkap ke permukaan. Dibalik itu, masih banyak sederet kasus cabul yang dilakukan para wakil rakyat. Wuiihh…

Mantan anggota DPR, Permadi, secara blak-blakan menyebutkan bahwa banyak anggota DPR yang kerap berbuat seronok dengan sekretaris pribadinya. Bahkan, perilaku cabul tersebut kerap dilakukan di ruangan kerja para wakil rakyat.

“Saat menjadi anggota DPR saya sangat dekat dengan cleaning service. Mereka banyak yang cerita sering menemukan kondom bekas di ruangan anggota DPR saat hendak membersihkan ruangan,” kata Permadi saat berbincang dengan okezone, Senin (11/4/2011).

Selain itu, pria sangat mengidolakan Soekarno ini mengaku sering mendapat keluhan dari para sekretaris pribadi anggota DPR soal prilaku bos-bosnya tersebut.

“Banyak sekretaris pribadi yang curhat kepada saya. Ada yang mengaku pernah diperlakukan tidak seronok oleh atasannya. Jadi, skandal anggota DPR dengan sekretarisnya tersebut bukanlah hal yang tabu. Ini sudah biasa,” tandas Permadi.

Menurutnya, tindakan oknum wakil rakyat tersebut sangat mencederai perasaan rakyat. Betapa tidak, ditengah derasnya sorotan terhadap kinerja para wakil rakyat, ternyata masih ditemukan tindakan amoral yang tak layak dilakukan pejabat negara.

“Yang begini minta gedung baru. Ini benar-benar rusak. Bahkan, anggota DPR yang sekarang jauh lebih rusak ketimbang anggota DPR di era saya. Maka itu saya sudah tidak mau lagi menjadi anggota DPR,” pungkas pria yang kini berkarir bersama Partai Gerindra tersebut.

Polri: Kalau Antusiasme Masyarakat Mulai Berkurang, Baru Briptu Norman Dipulangkan

Quick Info - JAKARTA-Briptu Norman Kamaru, sang 'Polisi Gorontalo menggila', tampil di berbagai acara hiburan di sejumlah stasiun televisi nasional. Meski demikian, ungkap Humas Polri, Irjen Anton Bachrul Alam, anggota Brimob Polda Gorontalo ini tidak dibebastugaskan untuk masuk ke dalam dunia hiburan.
"Hadir dalam sebuah acara untuk menghibur masyarakat juga merupakan sebuah tugas," kata Anton yang ditemui Republika di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/4).
Anton menjelaskan, Norman menghadiri acara hiburan dalam rangka tugas dalam menghibur masyarakat. Ia mengatakan Norman memiliki kelebihan untuk melakukan peran polisi dalam bermitra kepada masyarakat, bergaul dan mendekatkan diri serta memberikan rasa aman dan tenang kepada masyarakat.
Ia mengatakan Kapolri, Jenderal Polisi Timur Pradopo, yang menginginkan Briptu Norman menjadi perantara untuk menghubungkan polisi dengan masyarakat. Untuk berapa lama, Anton tidak menjawabnya. Anton hanya menanggapi jika saat ini agenda acara Norman sangat padat.
"Mungkin kalau media dan masyarakat sudah mulai berkurang antusiasmenya, ia akan dipulangkan dan bertugas kembali di Gorontalo," ujarnya.
Karena itu, Briptu Norman tetap diwajibkan menggunakan seragam polisi meski masuk ke dalam dunia hiburan. Seragam polisi harus tetap selalu digunakannya sebagai identitas anggota kepolisian.
"Iya dong, tetap pakai seragam, karena ia (Briptu Norman) seorang polisi. Maka selama ia berpakaian polisi, ia tetap tugas tuh," imbuhnya.
REPUBLIKA.CO.ID

Goyang India Polisi Muda

Quick Info - Tugas sebagai polisi, apalagi di korps paramiliter Brigade Mobile, memang penuh tekanan. Berbeda dengan polisi lainnya, Korps Brimob dibebani fungsi untuk mampu menangani situasi darurat. Misalnya menangani kejahatan yang melibatkan senjata api, atau yang dalam menghadapinya dibutuhkan gerak cepat.

Polisi juga manusia, tentu butuh penyaluran akan hasrat seni--yang jelas dimiliki semua manusia. Ingat, seni adalah yang membuat manusia tetap menjadi manusia.

Maka, kita tak perlu bereaksi negatif melihat video yang sedang marak di jejaring sosial kita ini, video yang berisi aksi seorang anggota Korps Brimob (terlihat dari logo di bahu kanan sang petugas) yang menari sambil menirukan sebuah lagu India. Gayanya kocak dan segar. Simak videonya.




Si polisi diketahui bernama Norman Kamaru, berpangkat Brigadir Satu. Juru bicara Polda Gorontalo, Ajun Komisaris Besar Wilson Damanik, Senin (4/4), mengatakan tindakan Norman ternilai tak etis karena dua hal: Norman tengah menggunakan seragam, dan aksinya dilakukan saat tugas. Polisi, kata Wilson, juga akan mengusut bagaimana video itu bisa menyebar di YouTube.

Lagu India yang dinyanyikan Norman itu adalah "Chaiyya Chaiyya", dinyanyikan oleh Sukhwinder Singh dan Sapna Awasthi. Lagu ini muncul di film Dil Se (1998) yang dibintangi Shahrukh Khan dan Malaika Arora. Pengarah musiknya adalah AR Rahman, yang lalu memenangi Oscar pada 2009 lewat aransemen musik dan lagu-lagu di Slumdog Millionaire (2008).

Tambahan:
Menurut Koran Tempo Rabu (6/4), Norman, 26 tahun, baru setahun lima bulan menjadi polisi. Pria kelahiran Gorontalo itu menyanyikan Chaiyya Chaiyya sambil duduk dan berjoget di pos rumah dinas milik Brimob di Kelurahan Pohe, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Kata AKBP Wilson Damanik, Norman memang dikenal suka menyanyi lagu India. "Kalau ada acara di Polda, ia selalu menyumbangkan lagu," ujarnya. Norman, kata dia, tengah menghibur temannya untuk mengusir kejenuhan saat piket.

Norman mendapat banyak pembelaan. Anggota Komisi Kepolisian Nasional, Novel Ali, mengatakan sanksi apa pun untuk Norman tidaklah tepat. Memang, kata dia, selama berseragam polisi dilarang cengengesan atau bernyanyi. Tapi Norman tak melakukan pelanggaran signifikan. "Polisi itu juga tak sedang mabuk atau menggunakan narkoba," kata dia.

Di ranah maya, dukungan untuk Norman mengalir. Selain di Facebook dan Twitter, di artikel ini sendiri, dari 10 ribuan komentar pada Rabu pagi, sebagian besar memberi apresiasi terhadap aksi Norman.

Komentar seorang pengguna Yahoo! bernama Novan S, video Norman justru memberi kesan bersahabat terhadap sosok polisi atau Brimob. Sehingga, kata Novan, ketika melihat polisi orang tak hanya mengingat "ditilang", "galak", atau justru mengingatkan diri agar jangan melihat polisi karena "bahaya".

Tak Tahan Miskin, Hariono Jual Keperawanan Anak

Surabaya - Benar-benar bejat perilaku Hariono (39). Bagaimana tidak keperawanan anak kandungnya sendiri dijual tanpa berpikir nasib jangka panjangnya.
Anaknya sebut saja Melati (16) telah dijual seharga Rp 8 juta kepala laki hidung belang yang sudah menunggu di hotel kawasan Jalan Dinoyo.
Namun perilaku bejat pria asal Gunung Anyar, Surabaya itu tak bertahan lama dan tercium oleh anggota PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polrestabes Surabaya. Sehingga petugas langsung menciduk Hariono yang diketahui sudah mempunyai 3 anak.
Dari penangkapan Hariono, petugas juga mengamankan Santoso (23) warga kawasan Gunung Anyar dan Erwin (26) warga Jalan Menur.
Selain mengamankan ketiga pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa uang Rp 900 ribu, untuk uang muka agar bisa mengencani Sekar Melati yang tamatan SMP. Dari data yang dihimpun beritajatim.com, perilaku bejat itu tidak hanya dilakukan oleh bapak melainkan Santoso paman Sekar Melati .
Plt Kanit PPA Iptu Yeny mendampingi Wakasat Reskrim Kompol Sudamiran menjelaskan masih melakukan penyelidikan dan mendalami pemeriksaan. "Kami masih mendalami pemeriksaan. Pasalnya untuk Santoso dan Erwin memang dikenal sebagai pemasok PSK usia belia." Terang Yeny, Selasa (5/4/2011).
Polisi juga masih mengembangkan kemungkinan adanya korban lainnya. Dari hasil pemeriksaan penangkapan pertama adalah Erwin yang dikenal sebagai germo. Waktu itu Erwin mendapat order dari langganannya, supaya dicarikan gadis belia yang bisa dikencani.
Karena mendapatkan pesanan maka Erwin meruskan kepada Santoso. Tapi, sang pelanggan tidak puas setelah dilihatkan gadis koleksinya. Sebab pelanggannya meminta gadis yang masih perawan. Akhirnya, suatu hari Santoso dan Erwin pergi ke rumah Hariono.
Disana, Santoso menceritakan sedang bingung mencari gadis perawan yang bisa menemani pelanggan. Saat bertamu itulah, Santoso dan Erwin melihat Melati. Lalu, Santoso dan Erwin mencoba menawarkan permintaan pelanggannya kepada Hariono.
Entah setan apa yang masuk ke benak pikiran Hariono hingga mengiyakan tawaran kedua bandit kelamin ini. Menurut pengakuan Hariono merasa tergiur, sebab dua bandit itu menyebutkan harga patok Rp 8 juta yang diberikan pelanggan Erwin.
Namun, ada pembagian hasil Santoso dan Erwin masing-masing mendapat Rp 1 juta. "Rencananya, sisa Rp 6 juta akan diberikan Hariono," tandas Yeni.
Karena Hariono tergiur, Erwin pun menghubungi pelanggannya untuk transaksi termasuk menentukan harga jual keperawanan Melati. Harga Rp 8 juta akhirnya disepakati oleh pelanggannya, Kemudian sekar diantar bapak kandung dan dua pelaku mendatangi hotel di kawasan Dinoyo. Beruntung, perdagangan anak ini berhasil digagalkan sebelum Melati dijadikan pelampiasan nafsu hidung belang.
Kini polisi sudah menjerat ketiga tersangka dengan pasal 2 jo 17 Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Manusia dan pasal 88 Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
http://nasional.inilah.com

Legenda Nusantara Diakui Malaysia? (Prihatin)

Sejak akhir bulan Maret kemarin, saya punya hobi baru, mengumpulkan cerita-cerita anak dari manca negara, tentu saja yang saya utamakan dari seluruh Nusantara, karena menurut saya, mutu dongeng anak Nusantara ternyata lebih baik dibandingkan dengan dongeng-dongeng di seluruh dunia, kenapa??
1. Dongeng Nusantara memiliki bahasa sekelas sastra, penuturannya lembut, dan menggunakan bahasa yang baik.
2. Ragam dongeng anak Nusantara ternyata banyak sekali, mulai dari sage, fabel, legenda, dan lain-lain.
3. Dongeng anak Nusantara selalu mengandung ‘local wisdom’.
Sementara dongeng dari manca negara pasti berujung dengan ‘Happy Ending’, kebanyakan ceritanya selalu tentang kerajaan, putri cantik, pangeran berkuda, dan mahluk raksasa.
Hari ini, saya bermaksud menambah koleksi dongeng anak nusantara, salah satu dongeng favorite saya di masa kanak-kanak yaitu: Kisah Bawang Putih Dan Bawang Merah..
Mulailah saya searching via google, klik sana, klik sini.. dan saya sangat terkejut! dari sekian banyak link yang saya klik katakanlah dari 50 buah link, saya cuma menemukan 1 blog yang di dalamnya dimuat kisah Bawang Putih dan Bawang Merah, bebrapa blog hanya repost dari link ini http://blog.unnes.ac.id/
.
Lalu, seperti biasa, saya copy postingan tersebut, paste di blog pribadi (arrayanov.blogspot.com), tapi baru saja saya mau menutup laman bekas saya browsing tadi.. tiba-tiba tertangkap mata tulisan yang mencolok sekali.. seketika saya klik link tersebut.
Link tersebut sebuah blog milik orang Malaysia (maaf alamat link tidak saya sertakan disini), saya katakan penampilan blog itu sangat buruk! terlebih saya nilai sangat buruk!! karena blog tersebut menerakan title blog : “KUMPULAN DONGENG RAKYAT MALAYSIA” tapi.. waktu saya lihat isinya.. hanya ada 4 buah postingan, yang mana 3 dari 4 postingan itu berjudul:
1. Sangkuriang, dongeng rakyat malaysia
2. Malin Kundang, dongeng rakyat Malaysia
3. Bawang Putih dan bawang Merah, dongeng rakyat Melayu
Oh.. Tuhan.. jantung saya serasa berhenti berdetak! ingin sekali saya teriak “Malaysia…. maumu apa siiiiiiiiiiiiiiiiiiih????”. Benar-benar marah saya dibuatnya. Bagaimana bisa Legenda Sangkuriang yang berasal dari Jawa Barat jadi dongeng rakyat Malaysia? Bagaimana bisa Legenda Malin kundang dari Sumatera Barat pindah ke Malaysia?
Satu lagi, ketika saya mencari tahu lebih banyak tentang kisah bawang Putih dan bawang Merah, ternyata ada semacam penjelasan di wikkipedia bahwa dongeng itu memang berasal dari Melayu. Padahal setahu saya kisah Bawang Putih Dan bawang Merah itu berasal dari Jawa.. siapa yang salah? Guru SD saya kah?
Yang saya tahu.. LEGENDA itu adalah sebuah cerita yang dibuat berdasarakan keberadaan sebuah tempat, bentuk sesuatu yang dimirip-miripkan dengan sebuah kejadian, walau isi dari cerita tidak diketahui kebenarannya, dan siapa yang pertama membuat cerita tersebut tidak diketahui, tapi selalu ada pesan moral yang disisipkan di dalamnya, saya pikir ini semacam LOCAL WISDOM. (CMIIW)

Contohnya Legenda Malin Kundang, sekalian saja kompasianer saya kasih tahu (jangan2 belum banyak yang tahu juga), Malin Kundang itu jelas sebuah legenda yang berasal dari Daerah Sumatera Barat, dimana ada sebuah pantai, sekarang lokasi wisata yang bernama Aia Manih, di tepian pantai itu terhampar tepatnya ada sekumpulan batu yang salah satunya sangat mirip bentuk manusia yang sedang bersujud.
Baiklah.. bila Malaysia mengaku-aku Legenda Malin Kundang ini sebagai dongeng rakyat Malaysia, bagaimana dengan legenda Sangkuriang? berarti Gunung tangkuban Perahu dan kota Bandung itu dulunya masuk wilayah Malaysia??? Karena setahu saya legenda Sangkuriang ada karena keberadaan Gunung Tangkuban Perahu, bukan?
Jadi dengan kata lain (mulai suudzon) Malaysia mau mengklaim bahwa Nusantara ini  dulu sebagai milik rakyat Malaysia???
Kompasianer yang saya cintai.. baru saja saya mulai bersemangat untuk terus mengumpulkan dongeng anak Nusantara, saya kok mulai paranoid ya.. jangan-jangan…
Saya cuma takut, lama-lama anak cucu kita tidak lagi mengenal kekayaan khasanah sastra Nusantara, tidak kenal lagi siapa itu Joko Tingkir, Sangkuriang, Bandung Bondowoso, Putri Nawang Wulan, Nini Anteh, Sabai Nan Aluih.. dan ribuan tokoh yang sebenarnya sudah turut andil membentuk karakter bahasa, perilaku, perjalanan hidup Nusantara ini.
Kompasianer.. sebagai penulis, calon penulis, pelajar menulis, atau pembina penulis.. rasanya ini tanggung jawab kita, sebagai ‘insan pena’ untuk berbuat sesuatu.. entah lah apa yang harus diperbuat, anda punya ide?? Atau seperti yang sudah-sudah.. kita biarkan saja hal ini?
Salam Dongeng Anak Nusantara
http://lifestyle.kompasiana.com

Aksi Tipu-tipu Melinda Dee

Tersangka penggelapan dan pencucian uang nasabah Citibank Malinda Dee alias Inong Melinda (47), diduga melakukan kejahatannya dengan berbagai cara, bahkan hingga menipu para nasabahnya.

Selain menggelapkan uang nasabahnya tanpa sepengetahuan pemilik rekening, Melinda diduga kerap melakukan pembobolan dana Citibank dengan cara melakukan penipuan.

Wanita yang menjabat Senior Relationship Manager Citibank cabang Land Mark, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, ini diduga kerap melakukan pertemuan dengan nasabahnya, dan meminta nasabahnya yang merupakan perusahaan besar untuk menandatangani dokumen kosong.

Para korban yang sampai saat ini baru 3 nasabah, diduga mempercayai Melinda lantaran telah menjalin hubungan yang sangat baik dengan wanita berparas menawan dan seksi ini.

Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Ito Sumardi menduga modus penipuan juga dilakukan oleh Melinda dalam membobol dana nasabah bank asing ini.

"Modusnya ada macam-macam, ada beberapa ya, ada menggelapkan, tentunya nanti juga bisa kena penipuan juga," ujar Ito di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (1/4/2011).

Sementara Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam menjelaskan, sejauh ini Melinda belum dijerat dengan pasal tentang penipuan. Namun tidak menutup kemungkinan pasal tersebut dijeratkan kepada Melinda, jika terindikasi melakukan penipuan.

"Kalau tersangka memang ada bertemu dengan para korban kemudian dia kelabui bisa saja, sementara pasal yang dipersangkakan seperti yang pertama kejahatan perbankan," jelas Anton saat dihubungi wartawan, Jumat (1/4/2011).

Sejauh ini Melinda dijerat dengan pasal 49 ayat 1 dan 2 UU No 10 tahun 1998 tentang perbankan, dan atau pasal 6 UU No 8 tahun 2010 tentang pencucian uang.
http://metropolitan.inilah.com

 
Design by Mercedes-Benz Mobil Mewah Terbaik Indonesia | Bloggerized by Free Blogger Templates | Free Samples